Laman

by isoaezone. Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 November 2013

Inilah 5 Temuan Thomas Alva Edison yang Tidak Diungkapkan kepada Publik

Edison adalah seorang pengusaha sekaligus ilmuwan dan penemu besar Amerika Serikat yang memiliki begitu banyak hasil penelitian. Ia juga pendiri 14 perusahaan termasuk General Electric.

Edison telah mematenkan lebih dari 1000 penemuannya di AS. Hasil penelitian besarnya meliputi lampu bohlam, ponograf (gramofon), kamera bergerak, dan dinamo.

Namun, ada pula penemuan-penemuan yang tak terungkap oleh publik. Situs Gearlog mencatat setidaknya ada lima penemuan Edison yang belum begitu banyak diketahui orang.


1. Mesin Bersuara (1868)



Jauh sebelum Amerika menggunakan mesin diebold untuk penghitungan suara, Edison sudah menawarkan alat hasil temuannya bernama Vote Recorder.

Alat ini menghitung suara dengan model pertanyaan Ya atau Tidak. Sayangnya, mesin penghitung suara ini memiliki waktu proses yang lambat. Sampai-sampai salah seorang Ketua Komite Kongres berkata, "Bila ada sebuah penemuan di bumi ini yang tidak kita inginkan, mesin inilah dia."


2. Boneka Bersuara (1877)


Tak hanya menemukan fonograf, Edison juga membesut sebuah versi miniatur dari pemutar musik itu, yang kemudian ditempatkan di dalam sebuah boneka. Fonograf itu kemudian bisa memainkan rekaman sajak untuk anak-anak, sehingga boneka itu seolah-olah berbicara.


3. Baterai Mobil Listrik (1880)


Saat Edison memperkenalkan baterai nikel-besi, ia kemudian memimpikan untuk membuat mobil listrik. Beberapa pembuat mobil seperti Detroit Electric dan Baker Electric, kemudian mengadopsi teknologi yang diperkenalkan Edison itu.

Namun, belakangan dalam sebuah pesta makan malam, Henry Ford memberikan sebuah catatan kecil kepada Edison berbunyi Mobil listrik telah mati. Setelah itu, perkataan itu terbukti kebenarannya. Mimpi Edison tak pernah kesampaian.



4. Film Frankenstein (1910)


Pada 1891 Edison mematenkan kamera film pertama yang dinamakan Kinematograph. Pada 1910, perusahaannya, Edison Manufacturing Company Studio, membuat film Frankenstein, sebuah film yang ia adaptasi dari novel horor klasik karya Mary Shelley.


5. Telepon khusus Arwah (1920)


Temuan ini adalah salah satu subyek yang masih terus diperdebatkan. Edison sempat memberitahukan kepada beberapa media tentang upayanya untuk menemukan cara untuk menelepon orang yang telah meninggal dunia.

Pada 1921 ia mengklarifikasi hal itu dengan mengatakan kepada New York Times, bahwa penemuannya itu bisa mendeteksi unit kehidupan yang di antara yang mati.

Namun, banyak yang mengatakan bahwa Edison gagal total dalam upayanya kali ini. Bila alat ini sudah berhasil ditemukan, mungkin saja yang akan ditelepon paling dulu adalah arwah Edison sendiri.


Sumber :
viva

Senin, 25 November 2013

Kisah Pesawat Pembom AURI yang Membuat Australia Gentar

Kisah Pesawat Pembom AURI yang Membuat Australia Gentar
Intelijen Australia ketahuan pernah menyadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ibu Ani, Wapres Boediono, mantan Wapres Jusuf Kalla, dan sejumlah pejabat lain. Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa protes karena Australia seolah merasa tak bersalah dalam kasus ini.

Semua hal itu bisa lain ceritanya jika kejadian ini terjadi pada zaman Presiden Soekarno dan kejayaan TNI AU yang dulu bernama Angkatan Republik Indonesia (AURI). Mana berani Australia macam-macam, mau dibom pesawat Tupolev Tu-16 TU-16 KS milik AURI? Sudah lupa rupanya Australia.



TU-16 dan TU-16 KS adalah pesawat pengebom paling ditakuti di era 1960an. Berkat hubungan baik Soekarno dan Uni Soviet, Indonesia bisa memiliki 14 pesawat TU-16 dan 12 pesawat TU-16 KS. Padahal baru beberapa negara yang punya pengebom strategis sejenis itu. Di Blok Barat baru Amerika Serikat dan Inggris yang punya pengebom jarak jauh.

TU-16 yang disebut Badger memang menakutkan. Panjangnya 34,8 meter sementara rentang sayapnya 33 meter. Mampu terbang 7.200 km dengan kecepatan maksimal 1.050 km/jam. Pesawat ini bisa membawa bom hingga 9 ton. Selain itu dipersenjatai peluru kendali udara ke darat, rudal anti kapal selam, bahkan bisa membawa bom nuklir jika dibutuhkan.

Soekarno membeli pesawat canggih ini guna menghadapi Belanda dalam konfrontasi memperebutkan Irian Barat. Tak cuma TU-16, AURI juga membeli puluhan jet serang Mig-15, Mig-17 dan Mig-19. Saat itu Indonesia dikenal sebagai negara paling kuat di bumi bagian selatan.


"Dengan kekuatan udara yang besar, Indonesia mempunyai bargaining position yang kuat terhadap beberapa negara besar seperti Belanda, Inggris dan Australia. Dalam diplomasi pembebasan Irian Barat atau Trikora, begitu kuatnya Angkatan Udara Indonesia, hingga mampu memaksa Belanda meninggalkan Bumi Cenderawasih," demikian ditulis dalam buku Bakti TNI AU 1946-2003.

Setelah Trikora berakhir. TU-16 Badger pun pernah dipakai AURI untuk menggertak Australia. Saat itu Indonesia berkonfrontasi dengan Inggris dan Malaysia dalam Dwikora.

Ceritanya, di tahun 1963, AURI mengerahkan tiga TU-16 Badger A untuk menyebarkan pamflet di daerah musuh. Satu pesawat menuju ke Serawak, pesawat kedua diterbangkan ke Sabah. Sementara pesawat ketiga terbang ke Australia.


Misi penerbangan Tu-16 ke Australia dipiloti Komodor Udara Suwondo. Khusus ke Australia, AURI tidak menyebarkan pamflet. Pesawat itu membawa peralatan militer berupa perasut, alat komunikasi dan makanan kaleng.

Barang-barang itu akan didrop tepat di Alice Springs, di tengah benua Australia. Maksudnya jelas, sebagai perang psikologis. Pesawat pengebom Indonesia mampu terbang ke atas Malaysia dan Australia tanpa diketahui lawan.

Pada pukul 01.00 WIB, TU-16 Badger terbang meninggalkan markas mereka di Madiun menuju ke Australia. Pesawat itu terbang rendah guna menghindari radar. Terasa menegangkan saat mereka mencapai Benua Kanguru itu, hingga mencapai target yang ditentukan.

Berhasil! Di jantung Australia, para kru pesawat menjatuhkan barang bawaan tadi. Semuanya berjalan lancar, tanpa gangguan. Tak ada halangan dari pesawat pemburu F-86 milik Australia, atau roket-roket anti pesawat udara.

Usai melaksanakan misi penerbangan, pesawat kembali ke Madiun dengan selamat. Mereka sampai pukul 08.00 WIB. Artinya, misi 'penyusupan dan pengeboman' dari Madiun ke Australia dan kembali lagi ke Madiun hanya butuh waktu delapan jam.

Dilaporkan, pemerintah Australia kaget setengah mati saat menemukan barang-barang yang diterjunkan dari TU-16 milik AURI. Mereka panas dingin, tak menyangka pengebom raksasa milik Indonesia bisa gentayangan tanpa terdeteksi radar mereka.


Untungnya, saat itu bukan bom 9.000 kilogram yang dibawa AURI, tapi hanya parasut dan makanan kaleng. Sekadar untuk menggertak Australia agar tak ikut latah membela Malaysia dan Inggris. Kalau saat itu perang, bisa dibayangkan kerusakan seperti apa yang akan dialami Australia.

Sayangnya, kejayaan TU-16 dan TU-16 KS dan raungan pesawat pancar gas AURI tak lama. Konflik 1965 dan politik Orde Baru membuat AURI terpinggirkan. Pemerintah Soeharto tak lagi mau menjalin kontak dengan Uni Soviet. Pesawat-pesawat canggih milik AURI yang berasal dari blok Timur pun kekurangan suku cadang. Sebagian diduga rusak karena sabotase.

Tahun 1970, kekuatan AURI nyaris tak bersisa. Cerita kebanggaan pernah menggertak Malaysia dan Australia pun tinggal kenangan masa lalu.


Sumber :
merdeka

Rabu, 01 Agustus 2012

Asal mula Olimpiade di Yunani


Di desa Olympia pada masa Yunani kuno, lebih dari 27 abad yang lalu,
seorang pemuda bernama Coroebus berhasil tampil sebagai pemenang lomba lari.

Untuk menandai kejayaannya, sebuah untaian daun olive berbentuk mahkota
diletakkan di kepalanya. Coroebus adalah orang pertama yang kemenangannya
tercatat dalam sejarah Olympic games atau pekan Olympiade. Tetapi apabila kita ‘membalik’ masa lalu lebih teliti, sebenarnya games di Olympia telah mulai
dilaksanakan sejak jaman kuno sebagai suatu kebiasaan atau budaya masyarakat Yunani waktu itu. Para penyair, penyanyi dan sastrawan Yunani kuno telah meninggalkan warisan berupa puisi dan lagu yang berisi penghargaan kepada para olahragawan, para peserta pada Olympic games dan pada adat kebiasaan yang bernilai relijius itu.

Berdasarkan mitos masyarakat setempat,dewa Zeus dan dewa Cronos
sebagai maha dewa bangsa Yunani kuno, bertarung di puncak gunung Olympus
untuk menentukan siapa yang berhak memiliki serta mengatur seluruh jagad raya beserta isinya. Dalam pertarungan tersebut, dikisahkan dewa Zeus (dengan bantuan saudara-saudaranya) berhasil mengalahkan dewa Cronus. Olympic games serta kegiatan-kegiatan yang bersifat relijius pada waktu itu dilaksanakan sebagai penghormatan atas kemenangan Zeus tersebut.

Menjelang pelaksanaan pesta olahraga Olympiade seekor babi dikurbankan
oleh orang suci untuk memuliakan dewa Zeus, dan domba hitam dipersembahkan untuk menghormati Pelops, si jagoan chariot race penakluk raja Oenomaus. Seperti telah disebutkan di depan selama berabad-abad wilayah di Olympia dan sekitarnya, dihormati serta dikeramatkan sebagai tanah suci. Candi Hera dibangun untuk memuliakan dewi Hera, isteri dewa Zeus tersebut, yang pada dasarnya juga merupakan bangunan relijius. (Dalam mitologi dinyatakan, bahwa dewi Hera juga adik dewa Zeus).

Di sebelah utara candi Hera terdapat hutan kecil yang ditumbuhi pohon olive, ditetapkan sebagai daerah suci juga. Bumi Olympic terdiri dari tempat-tempat suci, dan pada setiap tempat terdapatnya api atau obor yang dijaga agar selalu menyala setiap hari sepanjang tahun. Pada prakteknya, pelaksanaan Olympiade tidak lebih dari 5 (lima) hari. Tetapi untuk tujuan atau maksud-maksud relijius, candi-candi dan tempat-tempat suci lainnya selalu terbuka untuk umum sepanjang tahun. Jika seorang olahragawan menang pada suatu perlombaan, masyarakat secara bersama-sama mempersembahkan doa syukur kepada maha dewa Zeus dan juga dewa-dewa lainnya yang bersemayam di puncak gunung Olympus.

Masyarakat Yunani pada waktu itu percaya, bahwa adanya seorang olahragawan juara merupakan pertanda bahwa para dewa memberkahi serta akan selalu melindungi warga kota atau desa dimana olahragawan tersebut bertempat tinggal. Sang juara mengenakan mahkotanya yang terbuat dari daun olive saat memasuki kota, dan diiringi dengan puji-pujian dari seluruh warga masyarakat.

Ada suatu cerita lama tentang seorang juara bernama Oebotas dari daerah Achaia. Dia adalah pemenang pada pekan Olympiade keenam, yang menjadi marah dan murka karena merasa tidak cukup mendapatkan puji-pujian dari warga kota saat dia kembali dari perlombaan. Karena merasa dirinya tidak dihargai sebagaimana mestinya, Oebotas menjatuhkan ‘kutukan’ atas penduduk Achaia. Setelah peristiwa itu, selama + 300 tahun, tidak ada seorang olahragawan dari Achaia yang menang dan memperoleh penghargaan pada pekan Olympiade. Penduduk Achaia putus asa, akhirnya diputuskan untuk memohon petunjuk kepada para dewa. Mereka diperintahkan supaya membangun sebuah tugu/patung peringatan untuk menghormati Oebotas, maka warga kota itu pun segera melaksanakan perintah tersebut. Ketaatan kepada para dewa membuahkan hasil gemilang, pada Olympiade berikutnya, Sostratos seorang olahragawan wakil Achaia muncul sebagai juara lari.
Coroebus :
  
Zeus :

Cronos :
 
Candi Hera ;
Tempat pertama kali olimpiade di gelar

oenomaus:

Dewi Hera :
 
Sostratos :



Rabu, 18 Juli 2012

Siswi Bali Tahun 1941, Topless?

Bukan maksud untuk munguak SARA ataupun pornografi di posting ini, jangan pandang dari sisi negatif, ane hanya sekedar memberikan sedikit pengetahuan tentang budaya di Indonesia, di Bali khususnya. 
Kembali ke tahun 1941, tepatnya di Bali,pulau yang penuh sensasi dan seksualitas yang tinggi, itulah menurut sebagian orang. terlebih jikalau kita lihat sejarah Bali di tempo dulu.



 Aneh bin ajaib kata orang bule " I hope this is not the reason why the Dutch did not want to leave Indonesia!"
artinya "saya harap ini bukan alasan kenapa para kompeni tidak mau meninggalkan Indonesia."
 


 


 

Kamis, 12 Juli 2012

Iklan Bioskop Tempo Doeloe, tahun.1950 an








Iklan Bioskop Tempo Doeloe, sekitar akhir th.1950 an.Ini adalah iklan yang di pajang di etalase untuk display dari film yang sedang diputar. Etalase display biasanya terletak di dekat pintu masuk bioskop.Pemiliknya yang dulu mengatakan, ke 8 bh. iklan bioskop ini berasal daribioskop Astoria di Jakarta yang terkenal dengan film-film koboi nyapada akhir th.1950 an sampai dengan th.1960 an. Ukuran lumayan besar: 27,5 cm X 10 cm.Terbuat dari kertas karton yang agak tebal.
Per film an di Indonesia sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda.Film-film yang diputar di dalam bioskoop tempo dulu adalah film gagu alias bisu atau tanpa suara. Biasanya pemutaran di iringi musik orkes, yang ternyata jarang "nyambung" dengan film.
Beberapa film yang kala itu yang menjadi favorit masyarakat adalah Fantomas, Zigomar, Tom Mix, Edi Polo, Charlie Caplin, Max Linder, Arsene Lupin, dll.Bioskop jaman dulu bermula di sekitar Lapangan Gambir (kini Monas). Bangunan bioskop masa itu menyerupai bangsal dengan dinding dari gedek dan beratapkan kaleng/seng. Setelah selesai pemutaran film, bioskop itu kemudian dibawa keliling ke kota yang lain. Bioskop ini di kenal dengan nama Talbot (nama dari pengusaha bioskop tsb).
Bioskop lain diusahakan oleh seorang yang bernama Schwarz. Tempatnya terletak di Kebon Jahe, Tanah Abang. Sebelum akhirnya hancur terbakar, bioskop ini menempatisebuah gedung di Pasar Baru. Ada lagi bioskop yang bernama De Callone (nama pengusahanya) yang terdapat di Deca Park. De Callone ini mula-mula adalah bioskop terbuka di lapangan, yang di jaman sekarang disebut "misbar", gerimis bubar. De Callone adalah cikal bakal dari bioskop Capitol yang terdapat di Pintu Air.
Bioskop-bioskop lain seperti, Elite di Pintu Air, Rex di Kramat Bunder, Cinema di Krekot, Astoria di Pintu Air, Centraal di Jatinegara, Rialto di Senen dan Tanah Abang, Surya di Tanah Abang, Thalia di Hayam Wuruk, Olimo, Orion di Glodok, Al Hambra di Sawah Besar, Oost Java di Jl. Veteran, Rembrant di Pintu Air, Widjaja di Jalan Tongkol/Pasar Ikan, Rivoli di Kramat, dan lain-lain merupakan bioskop yang muncul dan ramai dikunjungi setelah periode 1940-an.Di Jakarta pada tahun 1951 diresmikan bioskop Metropole (yang kini bernama Megaria dan lokasinya di Menteng), berkapasitas 1.700 tempat duduk.
Untuk melihat gambar yang lebih besar/lebih jelas,
click pada gambar yang akan dilihat.

Sejarah Lagu Ulang Tahun (Happy Birthday To You)

 
Melodi dari "Happy Birthday to You" (juga dikenal sebagai "lagu ulang tahun") ditulis pada tahun  1890 an oleh seorang wanita Amerika dengan nama Mildred Hill.

Awalnya adiknya Patti, yang adalah seorang guru, menempatkan kata-kata "Selamat pagi guru ku, semoga ini pagi yang baik untuk Anda" agar sesuai melodi. Lagu itu akhirnya populer selama bertahun-tahun dan dinyanyikan di sekolah-sekolah di seluruh AS.


Empat puluh tahun kemudian, diyakini bahwa Patti mengganti dengan kata-kata "Happy Birthday, Happy Birthday, Happy Birthday Dear Happy Birthday to You" yang kemudian menjadi sangat terkenal.


Seluruh lagu kemudian diterbitkan pada tahun 1935. Lagu itu kemudian dipopulerkan pada tahun 1930, ketika dinyanyikan dalam Broadway production “As Thousands Cheer” dan sejak itu menjadi mega-hit klasik sepanjang masa.


Satu berita yang menarik : Lagu "Happy Birthday to You" (lirik dan melodi) masih di bawah perlindungan hak cipta, sehingga setiap kali Anda mendengarnya dinyanyikan di TV atau radio, royaltinya masih dibayarkan kepada penerbit (Warner Chapel, di AS).

Jangan Lupa Kasih Jempolnya Gan!

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...