Laman

by isoaezone. Diberdayakan oleh Blogger.

Rabu, 13 Juni 2012

Makna di Balik Logo Baru Twitter

 
Situs mikroblogging Twitter baru saja berganti logo, di mana lambang burung yang menjadi ikon situs ini berubah wujud. Apa arti di balik logo baru Twitter ini?

Menurut Twitter, logo baru tersebut didesain dari tiga set lingkaran yang saling tumpang tindih. Hal ini untuk menggambarkan bagaimana jaringan, minat dan gagasan para user Twitter saling terhubung.

Di logo baru ini, tampak sang burung sedang terbang tinggi dengan kepala mendongak ke atas. Seperti dikutip detikINET Dari Digital Spy, Minggu (10/6/2012), ilustrasi ini juga punya arti tersendiri.

"Apakah sang burung sedang terbang tinggi di atas bumi ataupun berkumpul dengan burung lainnya untuk mencapai tujuan yang sama, burung sedang terbang ini adalah representasi dari kemerdekaan, harapan dan kemungkinan yang tiada batas," demikian keterangan Twitter.

Twitter saat ini termasuk situs jejaring sosial terpopuler di dunia dengan sekitar 140 juta pengguna aktif. Pengelola Twitter berharap dapat mendulang pendapatan hingga USD 1 miliar di tahun 2014.

ini mungkin yang dimaksud lingkaran2 tumpang tindih
 

Duhai Para Istri, Begitu Beratnya Pengorbanan Suamimu

numpang share nih,
ini kemaren dapet broadcast dari temen, semoga bisa menjadi inspirasi buat kita semua

 Saya terima nikahnya Si Dia binti Ayahnya Si Dia dengan mas kawinya......."
Singkat, padat, dan jelas, tapi tahukah makna "perjanjian/ikrar" tersebut....??
"Maka aku tanggung dosa2nya si dia dari ayah dan ibunya, dosa apa saja yang telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan Sholat. Semua yang berhubungan dengan dia aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon anak-anakku"

Jika Aku Gagal?

"maka aku adalah suami yang fasik, ingkar dan aku rela masuk neraka, aku rela malaikat menyiksaku hingga hancur tubuhku"
(HR.Muslim)


Duhai para Istri....begitu beratnya pengorbanan suamimu terhadapmu, karena saat ijab terucap, Arsy_Nya berguncang karena beratnya perjanjian yang dibuat oleh manusia di depan RABB nya, dgn disaksikan para Malaikat dan manusia, maka andai saja kau menghisap darah dan nanah dari hidung suamimu, maka itupun belum cukup utk menebus semua pengorbanan suamimu terhadapmu... 


Semoga bisa bermanfaat bagi yg sudah menikah atopun yg belum, dan semoga kita semua bisa saling menghargai baik Istri maupun Suami.
 

Selama Sepakbola Berlangsung Seksnya Pun Harus ‘Fair Play’ Dong

Departemen Kesehatan Polandia, mengatakan mereka akan menyebarkan kondom gratis kepada ribuan pendukung sepakbola yang menghadiri perhelatan sepakbola Eropa 2012, di Polandia. Penyebaran kondom gratis tersebut merupakan upaya kampanye seks sehat dan amat.

Menyebarkan kondom gratis (sumber:wordpress.com)

Salah seorang pejabat mengatakan, kampanya seks “Fair Play” akan dilakukan di empat kota berlangsungnya sepakbola Eropa 2012.
Wakil Menteri Kesehatan, Aleksander Soplinski mengatakan pada hari Selasa (6/06) lalu saja telah disebarkan 150.000 paket kondom dan leaflet di wilayah yang diyakini dijadikan tempat berkumpul para pendukung sepakbola. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menyadarkan mereka akan pentingnya kesehatan seks, dan menghindari terjangkit penyakit AIDS dan sebagainya.

Wakil Menteri Kesehatan, Aleksander Soplinski (sumber:wordpress.com)

Leaflet tersebut dicetak dengan menggunakan berbagai bahasa, di antaranya bahasa Polandia, Ukraina, Rusia, Jerman dan Spanyol.



Sumber: austriantimes.at, uniknya.com, Juni 2012.

10 Kota Paling Dibenci, Jakarta Nomor Tujuh


Situs berita CNN meranking kota-kota yang paling dibenci di dunia dalam sebuah artikelnya. Jakarta, duduk dalam urutan ke tujuh setelah kota Lima, Peru.
Dalam penjelasannya, CNN menyebut kota yang paling 'dibenci' bukan berarti yang terburuk. Namun setidaknya, ketika orang menyebut 10 kota yang paling dibenci di dunia, nama-nama kota itu selalu disebut.
Jakarta, disebut CNN sebagai "Durian Besar"; buah yang berbau menyengat dan butuh 'perjuangan' untuk menikmatinya.
»Ini adalah kota yang paling diharap dalam perspektif traveler karena penuh kejutan dan kesulitan," kata seorang ekspatriat dari TripAdvisor yang mengaku perlu enam bulan untuk 'mencintai' Jakarta.
Menurut CNN, sebanyak 8 juta wisatawan datang tiap tahun ke kota ini sebelum melanjutkan ke tujuan wisata lain seperti Bali, Yogyakarta, dan Sumatra. Di Jakarta, mereka rata-rata menghabiskan waktu 7,84 hari.
Yang paling dipersoalkan, kata CNN, adalah kondisi lalu lintasnya, polusi, kemiskinan, dan tak ada 'pemandangan' lain selain epidemi mal.
Berikut ini daftar kota yang paling dibenci versi CNN dari urutan yang terkecil skornya:

10. Belize City, Belize
Kurang dari tiga jam penerbangan dari Dallas, Belize kerap disebut sebagai "Karibia yang lain". Kejahatan, narkoba, kebobrokan, dan calo yang jail adalah tagline lain kota ini. 

9. Kairo, Mesir
Tidak cukup baik untuk disukai, tapi tidak cukup buruk untuk dihindari, begitu CNN menyebut kota ini. Polusi udara, pengemudi yang ugal-ugalan, penduduk yang padat, dan kondisi politik yang belum stabil, adalah hal yang paling tak menarik dari kota ini. CNN mengutip laporan Organisasi Kesehatan Dunia terakhir yang menyamakan menghirup udara kota ini sama dengan merokok sebungkus sehari.

8. New Delhi, India
Para pedagang asongan dianggap sebagai hal yang paling tak menarik dari kota ini. Selain itu adalah penipuan di jalanan. "Hal yang perlu dilakukan ketika berkunjung adalah hindari calo di Delhi," tulis traveldudes.org.

7. Jakarta, Indonesia
Lalu lintas yang ruwet, polusi, dan kekumuhan adlah hal yang dianggap paling tak menarik dari kota ini.

6. Lima, Peru
Adalah kota metropolitan terbesar kelima di Amerika Latin. Agak lebih aman dari Sao Paulo dan memiliki pantai yang lebih indah dari La Paz, namun Lima dianggap membosankan, selain karena kabut asap dan ketidakamanannya. 

5. Los Angeles, Amerika Serikat
Kerap dipelesetkan sebagai Lots Angry. Kota megalopolis ini memiliki sekitar 90 sub-kota, lebih dari 20 jalan tol yang sakit, kode area yang tak terhitung jumlahnya dan setengah juta mal. Gempa bumi, kerusuhan ras, lalu lintas yang membosankan, laporan asap, dan deru sirene yang sering terdengar dianggap sungguh membosankan. Satu-satunya 'perangkap wisata' kota ini adalah Hollywood. 

4. Timbuktu, Mali
Satu abad lalu, wisatawan dunia berjuang mencapai pusat perdagangan trans-Sahara ini. Namun kini kota ini dianggap begitu terpencil dan tidak spektakuler. Menurut survei Inggris terbaru, sepertiga dari masyarakat tidak percaya bahwa Timbuktu benar-benar ada

3. Paris, Prancis
Kota ini bisa menjadi "paling dicintai" tapi juga bisa "kota yang dibenci". Yang tak disukai orang dari Paris selain dari stereotip pelayan yang kasar adalah kebiasaan merokok warganya. Selain itu, kebiasan 'menggombal' warganya. "Jangan terlalu mudah tersanjung ketika Anda mendekati Place du Tertre di Montmartre, dan diberitahu bahwa Anda memiliki rambut yang menarik," seorang responden mengingatkan.
2. Sydney dan Melbourne, Australia

Sekitar 4 juta warga tersebar di pusat kota, harga rumah yang tinggi, sesekali kebakaran hutan, dan kebencian intens adalah ciri kedua kota ini. Namun jangan dinafikan juga bahwa tahun lalu, The Economist memeringkat Melbourne sebagai "Kota Dunia Paling Layak Huni" Melbourne dengan 97,5 poin. Sydney berada di urutan keenam dalam survei yang sama dengan 96,1 poin.

1. Tijuana, Meksiko
Menurut laporan Worldfocus terakhir, angka kunjungan wisata ke Tijuana  menurun drastis sebanyak 90 persen dalam waktu kurang dari 10 tahun.
Kekerasan. Kartel narkoba. Resesi. Terakhir wabah flu babi. Itulah frase yang terkait dengan kota iniJika setiap tempat dapat pulih dari semua ini, CNN memprediksi peringkat Tijuana bisa lebih baik.

Selasa, 12 Juni 2012

Cara Registrasi Kartu Perdana Anda

 Bagaimana Cara Registrasi Kartu Perdana Anda?
Sejak tahun 2006, Pemerintah Indonesia memberlakukan peraturan yang mewajibkan para pengguna kartu perdana prabayar dari operator manapun untuk melakukan registrasi kartu. Hal ini dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan jasa telekomunikasi dan untuk menghemat nomor telepon, sehingga diharapkan para pengguna jasa telekomunikasi mobile tidak sering mengganti nomor dengan sewenang-wenang.
Bagi sebagian pengguna jasa telekomunikasi mobilecara registrasi kartu ini dianggap rumit padahal cara registrasinya sangat lah mudah. Tehnik registrasi ini berlaku untuk semua operator, seperti : kartu halo, simpati, kartu as, mentari, im3, matrix, xl bebas, xl jempol, xplore, fren, esia, star one, flexi dan lain-lain. Berikut adalah cara registrasi kartuperdana Anda:
  1. Siapkan kartu identitas asli Anda yang masih berlaku, seperti KTP, SIM, Passport, dll.
    Hal ini berguna apabila SIM card Anda hilang, dan untuk melakukan pembuatan kartu baru dengan nomer yang sama, Anda hanya perlu menunjukkan kartu identitas Anda.
  2. Mulailah dengan mengetik Daftar dan kirim sms ke 4444.
  3. Kirim data diri Anda sesuai dengan kartu identitas yang Anda pergunakan dengan format:
    Nama#No.Kartu Identitas#Jenis Kartu Identitas#Alamat+kota#Tempat lahir#Tanggal lahir#Pekerjaan.

    Contoh: Derry Dharmawan#08.6422.121284.8116#KTP#Jl. Salendro Timur VII No. 12A#Bandung#12-12-1984#Karyawan
  4. Setelah data Anda terkirim, maka Anda akan mendapatkan SMS balasan sebagai berikut:
    Saya menyatakan data tersebut sesuai dengan kartu identitas.
    [Nama Operator] berhak menonaktifkan bila data tidak sesuai .
    1=kofirmasi

    Balas SMS tersebut dengan angka 1 sebagai konfirmasi bahwa data Anda benar.
  5. Setelah itu Anda akan mendapatkan pesan balasan sebagai berikut:
    Registrasi nomor [Nama Operator] Anda telah selesai. Terimakasih atas partisipasi Anda.
Perlu Anda ketahui bahwa cara registrasi kartu melalui SMS ini adalah gratis. Selamat mencoba dan semoga berhasil. DD

sumber

Pose Pasaran Cewek Saat diDepan Kamera

Pose, kalau cewek udah didepan kameran pasti maunya narsiiiiisss... melulu..., tapi its ok lah.. kita mengerti kamu kok, makanya kali ini admin mau berikan kamu pilihan pose saat berfoto agar foto kamu keliatan lebih hmm... gmnaaaaa... gitu.. hehe.. :p, yap, gak perlu banyak cingcong langsung aja capcus kebawah guys.. :)

Pose #1 : V Sign/ Peace



Pose #2 : Shush



Pose #3 : Mengemis / Minta Uang



Pose #4 : Adjusting Glasses / Pengang Kacamata



Pose #5 : Claws / Jurus Kucing Nyakar



Pose #6 : Pegang Kuncir



Pose #7 : Frame



Pose #8 : Tampang Tak Berdosa



Versi Kartun



Pose #9 : Louder / Kerasin DOng



Pose #10 : Mengepal



Pose #11 : Punch to the Face / Pukul Pipi



Pose #12 : Call Me



Tambahan dari Admin.. Iklan yang akan selalu Admin apasih.com kenang selalu.. Muaaach.. ^_^



pose #13 : Bang! / menembak



pose #14 : Confused / bingung



pose #15 : Praying / berdoa



pose #16 : Blowing a kiss / Sun Jauh



pose #17 : Pointing / Menunjuk



pose #18 : Giant heart / Tangan Membentuk Hati



pose #19 : Pillow / Meluk bantal 



pose #20 : Surprised / terkejut



pose #21 : Daydreaming / Bermimpi



pose #22 : Hey



pose #23 : Heart shape



pose #24 : Nyan nyan / Imut2 Kucing



pose #25 : OK



Nah itu dia pose2 cute paling umum yang  kumpulkan serta bisa kamu ekspresikan nanti saat berfoto.. :)

Tangis Sang Proklamator untuk Sepak Bola Indonesia

PLEIN van Rome, lapangan luas yang terletak di alun-alun Kota Padang, menjadi saksi bisu kecintaan Bung Hatta terhadap sepak bola. Semasa hidupnya, Wakil Presiden RI pertama itu merupakan salah satu tokoh nasional yang menggemari olahraga tersebut. Melalui kepengurusan sepak bola saat bersekolah di MULO jugalah Hatta pertama kali belajar untuk berorganisasi hingga sebutan "Bapak Koperasi" disematkan kepada dirinya.
Di masa remaja, Hatta sempat bergabung dalam klub sepak bola bernama Young Fellow. Meski berisi sejumlah anak Belanda, Hatta mampu tampil menonjol dan mampu memberikan prestasi. Juara Sumatera Selatan selama tiga tahun berturut-turut serta julukan "Onpas Seerbar" (Sukar Diterobos) dari orang Belanda adalah bukti kehebatan Hatta dalam sepak bola.
"Saya bermula bermain sepak bola di tanah lapang, dengan memakai bola biasa yang agak kecil ukurannya, bola kulit yang dipompa. Saban sore pukul 17.00, saya sudah di tanah lapang. Kalau tidak bermain sebelas lawan sebelas, kami berlatih menyepak bola dengan tepat ke dalam gawang dan belajar menembak ke gawang," tulis Hatta dalam buku Untuk Negeriku: Sebuah Otobiografi.
Salah seorang teman Hatta, Marthias Doesky Pandoe, wartawan kelahiran Padang, dalam buku Hatta: Jejak yang Melampaui Zaman, disebut menyimpan banyak kenangan semasa Hatta masih remaja. Menurut Marthias, sejumlah teman Hatta yang pernah ditemuinya sering bercerita bahwa Sang Proklamator itu adalah gelandang tengah yang cukup tangguh.
Bahkan, kegemaran Hatta pada sepak bola berlanjut ketika dirinya menjadi salah satu tokoh politik penting dalam sejarah Indonesia. Dia tidak pernah absen menonton sejumlah pertandingan besar. Ketika diasingkan oleh kolonial Belanda ke Boven Digul pada 1935, ia bersama Sutan Sjahrir masih menyempatkan bermain sepak bola.
Hatta juga sempat membuat Bung Karno terpojok dan keteter saat beradu argumentasi mengenai kekalahan PSSI saat melawan kesebelasan Aryan Ghimkanna dari India di Stadion Ikada (sekarang Monas). Guntur Soekarno Putera yang ikut menonton pertandingan itu, dalam buku Pribadi Manusia Hatta, seri 10, lantas menyematkan judul "Nonton Bola, Apa Tafakur?" untuk menggambarkan keseriusan Hatta dalam urusan sepak bola.
Hingga hari tuanya, sepak bola pun masih menjadi bagian hidup Hatta. Pada awal 1970-an, saat Pandoe berkunjung ke rumah Hatta, tuan rumah berkata, "Di mana letak Plein van Rome sekarang?" Pandoe pun menjawab bahwa lapangan bola tersebut masih ada, tetapi kini telah menjadi alun-alun Kota Padang. Namanya sudah berganti menjadi Lapangan Imam Bonjol, yang berlokasi tepat di Kantor Balaikota Padang.

Semangat Nusantara

Dari sepenggal cerita tersebut, pasti timbul pertanyaan bagaimana jika Hatta melihat kondisi sepak bola nasional saat ini. Sebagai pencinta sepak bola sejati, Hatta pasti sedih dan mungkin saja menitikkan air matanya. Hal ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, jika kita tarik ke belakang, sepak bola di masa Hatta, menjadi semangat tersendiri bagi anak bangsa. Kala itu, sepak bola bukan sebagai ajang pertarungan gengsi kepentingan pribadi seperti sekarang ini.
Pada masa penjajahan Belanda, pemuda Nusantara mengerti betul bahwa kehormatan sebagai bangsa bukan cuma urusan perang senjata, melainkan juga sepak bola. Atas semangat itulah, Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia (sekarang PSSI) dibentuk pada 19 April 1930 sebagai wadah kesatuan untuk menegakkan martabat bangsa. Meski baru dibentuk, para pengurus di bawah kepemimpinan Ir Soeratin Sosrosoegondo itu telah memiliki konsep jelas bahwa sepak bola tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga sebagai prestasi.
Koran Bintang Mataram edisi 22-44 April 1930, yang dikutip dari buku Kenang-kenangan 50 Tahun PSSI, melaporkan, salah satu misi berdirinya PSSI adalah sebagai jendela kebangsaan dan salah satu pintu gerbang menuju kemerdekaan. Dengan tujuan itu, jelas organisasi tersebut murni dibentuk dengan suatu kebanggaan akan semangat nasionalisme yang tinggi.
Alhasil, kompetisi pun dibuat bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok, melainkan demi harga diri. Berkat kompetisi itulah, Nusantara mampu berbicara kepada dunia. Dengan memakai bendera Dutch East Indies (Hindia Belanda), pemuda Nusantara menunjukkan bahwa Asia telah mengenal olahraga yang begitu digandrungi di Eropa melalui keikutsertaannya di Piala Dunia 1938. Nusantara kemudian menjadi pionir bagi Asia yang ingin unjuk gigi di hadapan penghuni bumi.
Pascakemerdekaan, Jepang dan Korea Selatan pernah merasakan dipermak 4-0 oleh pemuda Nusantara. Di Merdeka Games 1949, Taiwan pun harus bertekuk lutut kepada Soetjipto Soentoro dan kawan-kawan dengan skor 11-1. Medali emas SEA Games 1987 dan 1991 juga direbut Indonesia. Sejumlah prestasi itu, Nusantara jelas dapat membusungkan dada di antara negara Asia, seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura, Jepang, hingga daratan Korea.
Bahkan, Jepang yang luluh lantah akibat Perang Dunia II tak malu untuk meniru Indonesia yang berstatus sebagai eks jajahannya. Mereka rela menyingkirkan gengsi sebagai penguasa Asia saat menjajah Nusantara selama 3,5 tahun lamanya. Dengan meniru sistem kompetisi Galatama pada akhir 1970-an hingga awal 1990-an, Negeri Sakura mampu meraih sukses melalui J-League miliknya dan dapat bertransformasi menjadi salah satu kekuatan Asia hingga kancah Piala Dunia.

Mimpi Indonesia

Lantas bagaimana dengan Indonesia saat ini?  Hatta memang tidak sempat menyaksikan gemilangnya prestasi terakhir anak bangsa saat meraih medali emas SEA Games 1991 di Manila. Namun, Hatta mengerti bagaimana menjadi seseorang yang mencintai sepak bola yang memiliki kejujuran, kesederhanaan, serta tanggung jawab yang besar bagi negara. Hal inilah yang harusnya dijadikan suri teladan oleh sejumlah pengurus sepak bola di kompleks Senayan.
Semenjak SEA Games 1991, kondisi sepak bola nasional seperti tenggelam dalam sejarah kelam. Teranyar, lihat saja bagaimana bangsa ini diperbincangkan seluruh isi bumi saat menelan kekalahan 0-10 dari Bahrain di Pra-Piala Dunia yang menyakitkan hati. Belum lagi, istilah "spesialis final" mulai disematkan kepada Indonesia. Negeri ini kembali mengalami kegagalan di final turnamen Hassanal Bolkiah Trophy pekan lalu. Kini, satu per satu negara Asia sudah bisa menari karena prestasi, sementara kegemilangan Indonesia tinggal menjadi kenangan.
Lalu, kenapa di tengah majunya negara Asia justru Indonesia mengalami kemunduran prestasi luar biasa? Memang, banyak faktor mengenai anomali prestasi ini. Tetapi, rasanya tidak logis jika pemain dan pelatih yang disalahkan atas sejumlah kegagalan. Pengurus sepak bola yang berseterulah juga harus dituntut tanggung jawabnya, berkat ulahnya membuat dualisme kompetisi, pertarungan politik, dan konflik tiada henti.
Dengan adanya dualisme kompetisi, pilihan untuk mengisi pemain terbaik di timnas pasti akan menjadi masalah tersendiri. Sejumlah pengurus itu bahkan terkesan lebih mirip politisi dibanding pamong olahraga sejati.
Masa lalu sepak bola kita padahal memberi banyak teladan. Lihat saja di era 1960 hingga 1980-an,  kelanjutan prestasi dari timnas yunior ke senior terlihat secara gamblang. Talenta muda Nusantara mampu meraih prestasi di kejuaraan Piala Asia Yunior (juara 1962, runner-up 1967, 1970), dan tiga kali berturut-turut meraih gelar Kejuaraan Pelajar Asia (1984, 1985, 1986). Prestasi itu bisa berlanjut ke timnas senior di era 1980 hingga 1990-an.
Tentunya, prestasi itu bisa berlanjut karena adanya kebesaran hati sejumlah pengurus PSSI yang mampu membangkitkan nasionalisme pemain yang juga membuat daya juang pemain meningkat. Pengurus rela hanya menerima honorarium selama pelatnas dan tidak menerima gaji tetap. Untuk soal dana, mereka hanya mengandalkan jualan karcis jika bertanding melawan tim-tim besar dan sedikit bantuan dari sejumlah penggila bola yang ingin menaikkan martabat bangsa di Asia.
Kebesaran hati dan keinginan untuk menaikkan martabat bangsa itulah yang hilang dewasa ini. Padahal, banyak sekali talenta muda yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia. Lihatlah bagaimana timnas U-17 bisa meraih gelar juara di invitasi sepak bola Hongkong pada awal 2002, atau tim muda di sejumlah gelaran Piala Dunia Danone yang mampu mengalahkan sejumlah tim Eropa. Jika sudah begini, prestasi para talenta muda justru dijadikan komoditas politik untuk saling klaim dan pamer kesuksesan.
Perseteruan PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang saling adu strategi dan kemampuan dalam berkonflik itu telah membuat Indonesia seperti kembali ke masa penjajahan Belanda dengan taktik devide et empera. Gigihnya pengurus dua organisasi itu dalam kisruh justru membelah persatuan anak bangsa. Terlalu banyak intrik demi mencari kekuasaan daripada meraih kesuksesan. Prestasi pun hanya menjadi mimpi di balik kotornya permainan politik demi kepentingan pribadi.

Contohlah Hatta

Harusnya setiap pengurus PSSI maupun KPSI dapat mencontoh Hatta yang mampu menyingkirkan emosi serta kepentingan pribadi demi kepentingan bangsa. Lihat saja bagaimana Hatta rela melakukan negosiasi dengan Belanda, yang telah menjajah ratusan tahun, dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag pada 1949. Kerelaan itu pun berbuah nyata, yaitu kemerdekaan Indonesia!
Belum lagi ketika Hatta dengan sikap kesatria mengundurkan diri dari posisi Wakil Presiden RI pada 1 Desember 1956 karena tidak sepaham dengan pandangan politik Bung Karno. Hatta sadar, bila bertahan dalam perbedaan dengan Bung Karno, justru bakal memperkeruh pemerintahan republik yang masih muda usia. Tujuannya pun jelas, yakni agar bangsa tidak terpecah belah.
Padahal, Hatta sebenarnya mempunyai sejumlah alasan kuat untuk menolak berunding dengan Belanda yang telah membuat rakyat Indonesia sengsara hampir 3,5 abad lamanya, ataupun menolak pandangan Bung Karno. Alasan itu pun jauh lebih kuat dibanding alasan statuta FIFA yang dipegang oleh PSSI dan KPSI.
Coba tanyakan ke masyarakat, apa yang diharapkan dari sepak bola Indonesia saat ini? Sebagian besar jawaban pastinya adalah mendapat prestasi, bukan mimpi, bukan pula konflik yang tiada henti. Masyarakat sejatinya saat ini tidak butuh sejumlah alasan dari pengurus sepak bola yang hanya sibuk dengan kepentingan pribadinya.
Sudah cukup bangsa ini menanggung malu, apalagi dengan hasil mengecewakan di Pra-Piala Dunia 2014 dan sejumlah final di kejuaran tingkat Asia itu. Harusnya kedua pengurus itu mengilhami ucapan Hatta bahwa jatuh bangunnya prestasi negara ini sangat tergantung dari bangsa ini sendiri.
Sekarang ratusan juta penduduk Indonesia menunggu apakah PSSI dan KPSI mau meniru kebesaran hati, kepedulian, dan jiwa kepahlawanan seorang pencinta sepak bola seperti Bung Hatta yang hari ini tepat 32 tahun meninggalkan kita, atau hanya tetap menjadi penyumbang duka sepak bola Indonesia....
"Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekadar nama dan gambar seuntaian pulau di peta...." - Mohammad Hatta. 






sumber:Kompas.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...